Polres OKI Gelar Rekonstruksi Pelaku Pembunuhan Ketua Masjid Nurul Iman, Keluarga Korban Harap Pelaku di Hukum Mati

Kayu Agung – Satreskrim Polres OKI gelar rekonstruksi pelaku pembunuhan Ketua Masjid Nurul Iman Kelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Rabu (7/10/2020).

Kegiatan rekonstruksi sendiri berlangsung usai sholat dzuhur sekira pukul 13.00 Wib dan dilaksanakan di Masjid Al Faruq Polres OKI untuk menghindari adanya kerumunan massa guna mencegah penyebaran covid 19.

Tersangka yang memakai baju tahanan tiba di lokasi rekonstruksi dengan berjalan kaki mengingat lokasi tahanan berada di komplek Markas Polres OKI dan dilakukan pengawalan ketat.

Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy, SH, S.IK, M.Si melalui Kasat Reskrim Polres OKI, AKP Sapta Eka Yanto, SH, M.Si, didampingi Kapolsek Kayuagung, AKP, Tarmizi mengatakan dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan sebanyak 18 adegan. Dari 18 adegan, tersangka memperagakannya secara jelas dan gamblang sesuai berita acara pemeriksaan terhadap tersangka dan berita acara pemeriksaan terhadap saksi, jadi adegan yang dilakukan sesuai dengan peristiwa penganiyaan, ujarnya Polsek Kayu Agung.

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan pembacokan kepada korban.
“Tersangka melakukan pembacokan menggunakan parang panjang sebanyak 2 kali kepada korban. Satu kali dibagian pundak kiri korban dan terakhir dibagian kepala sebelah kanan dekat telinga korban,” jelasnya.

Akibat dari pembacokan yang dilakukan tersangka, korban mengalami pendarahan di bagian kepala kemudian langsung tewas setelah sebelumnya dirawat beberapa hari di rumah sakit.

Dirinya menerangkan dalam rekonstruksi itu, pihak kepolisian tidak menemukan fakta baru terkait kejadian tersebut.
“Tidak ada fakta baru, semuanya sudah terungkap saat kami lakukan penyelidikan kepada tersangka dan barang bukti,” tambahnya.

Sebelumnya Kapolres OKI AKBP Alamsyah, seperti dikutip dari detik.com, Rabu 16 september 2020 lalu mengatakan, tersangka Meyudin bakal dijerat dengan Pasal 351, 340, dan Pasal 355 KUHP. Dalam Pasal 340 KUHP telah disebutkan pembunuhan berencana dan Pasal 355 KUHP disebut penganiayaan berat yang direncanakan lebih dulu.

“Ada tenggang waktu, dari dia tersinggung dengan kejadian. Ini yang masih terus kita dalami, kan dia tersinggung karena kunci, lalu timbul niat dan terjadi saat mereka itu sama-sama salat magrib,” katanya saat itu.
Sementara untuk motifnya sendiri, dijelaskan Kasat Reskrim AKP Sapta bahwa tersangka sakit hati dengan ucapan korban. Dimana korban diketahui tersinggung dengan ucapan korban terkait kunci kotak amal.

“Jadi korban ini usai salat Jumat, seba2gai Ketua Masjid Nurul Iman meminta kunci kotak amal yang membuat pelaku tak senang atau tersinggung. Akhirnya tersangka sakit hati kemudian menganiaya korban memakai parang panjang,” ungkapnya.

Setelah melakukan hal tersebut, tersangka sempat kabur melarikan diri. Namun, warga bersama polisi berhasil melakukan penangkapan. Sementara putri sulung korban, Limif Roha usai rekonstruksi kepada awak media menegaskan pihaknya meminta agar tersangka pembunuh ayahnya diberi hukuman mati.

“Kita ingin tersangka dihukum mati, karena kejahatan seperti ini tidak boleh terulang lagi. Saya sangat menyesalkan bila tersangka telah melakukan kejahatan lalu hanya dihukum beberapa tahun saja untuk kemudian bebas.Ditakutkan pelaku akan melakukan kejahatan serupa lagi,” terang Limif.

Limif juga sangat menyesalkan atas aksi yang dilakukan tersangka, terlebih pihak keluarga tersangka hingga kini tak ada niat baik untuk meminta maaf.
“Kalau mereka (keluarga tersangka-red) meminta maaf tentu akan kami maafkan. Namun proses hukum harus terus berjalan, karena tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah merenggut nyawa ayah kami,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DKM Masjid Nurul Iman, Muhammad Arif, dibacok tersangka Meyudin saat salat Magrib pada Jumat (11/9) silam. Meyudin membacok Arif sebanyak dua kali menggunakan parang panjang. Korban mengalami luka bacok di bagian kepala sebelah kanan, kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit. (Tarmizi)

admin
Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *