Polda Aceh, Diminta tindak tegas "Bos Munawir" Kelola Minyak Mentah dugaan Ilegal.

By Admin
0


Yang Dijadikan Pertalite Dan Juga Solar, Di Ekspor Ke Luar Daerah Aceh.


Aceh Timur | Terkait adanya pemberitaan di media online di aceh ini, yang sempat pernah diberitakan pada sebelumnya. Berjudul, "boss Munawir" pengusaha minyak dugaan ilegal. Pasarkan pertalite-solar olahan di aceh, terbitan pada tanggal 08 februari 2024 beberapa bulan lalu 

Pemerhati pemantau publik, minta aparat penegak hukum (aph) kabupaten aceh timur dan aparat penegak hukum (aph) daerah provinsi aceh. Diminta segera tindak tegas "bos munawir", yang diduga kelola minyak mentah ilegal. Yang kini dijadikan minyak Pertalite dan solar, terpantau oleh kalangan sejumlah wartawan media online di aceh ini. Juga pihak pemerhati pemantau pengamat publik di aceh ini, masih saja terus produksi di seputaran kabupaten aceh timur provinsi aceh.

Disinyalir pula, diduga adanya di lindungi oleh pihak-pihak APH daerah itu sendiri. Dugaan adanya kepentingan pribadi aph tersebut, dikarenakan kembali gumpalan-gumpalan segepok rupiah. Maka, diduga "bos munawir" selalu terlepas dari cengkraman pihak hukum di aceh.

Anehnya lagi, bukan itu saja yang "bos munawir" lakukan berbau bisnis ilegal itu. Melakukan pemasokan minyak jenis pertalite hasil olahan minyak mentah di kecamatan ranto peureulak kabupaten aceh timur, di beberapa daerah di provinsi aceh. “Memang munawir, tidak memiliki dapur pengolahan minyak mentah. Tapi dia memiliki “punya” pewarnanya, sehingga untuk penjualan seluruhnya di bawah kendali “boss mafia” minyak ilegal”. Terang sumber yang enggan disebutkan namanya saat ditemui oleh kalangan sejumlah wartawan yang tergabung di peureulhak kabupaten aceh timur senin 05/02/2024 pada bulan yang lalu itu 
Iya memaparkan bahwa pengiriman minyak pertalite hasil olahan minyak mentah ranto peureulak itu ke bireuen, lhokseumawe. Sigli, takengon serta daerah banda aceh. Dan pula, di setiap daerah itu ada gudang pengepulnya.

Berlanjut juga, dari salah satu seorang. Mantan anak buahnya Munawir itu, yang sempat pernah membeberkan secara gabungan. Terhimpun dari kalangan sejumlah wartawan media online di aceh ini, juga dari pemerhati pemantau pengamat publik di daerah provinsi aceh, sempat terdengar celotehannya itu. "“Seperti di daerah Takengon, sebelum disalurkan ke kios-kios untuk dipasarkan. Minyak Pertalite itu yang harganya dibawah Pertalite dari SPBU itu ditampung di sebuah gudang,” papar mantan supir yang pernah menjadi anak buah “munawir” itu.

“Sebenarnya kasihan masyarakat yang kendaraannya menggunakan pertalite hasil olahan minyak mentah itu, karena kendaraan akan cepat rusak,” imbuhnya. Yang sempat pernah diketahui olehnya tersebut, menurut pemerhati pemantau pengamat publik di provinsi aceh ini. Menyimpulkan, dengan sikap "bos Munawir" dugaan sebagai mafia minyak mentah ilegal itu.

Mengomentari secara tegas, "dengan kinerja bisnis ilegal bos munawir itu. Yang semangkin meraja lela, disinyalir tanpa ada dugaan tersentuh oleh pihak APH mulai daerah kabupaten aceh timur dan juga APH daerah provinsi aceh. Terkesan adanya tutup mata, dikarenakan diduga gumpalan-gumpalan segepok rupiah. Dugaan selalu turunnya pada setiap bulan, alias dugaan "upeti" yang cukup lumayan besarnya. Sampai-sampai lupa untuk menindak lanjuti secara hukum serta juga lupa untuk menangkap "bos munawir" sang mafia minyak tersebut". Pungkasnya, bung karo-karo memaparkan kepada kalangan sejumlah wartawan media online di aceh ini.

Masih, ulasan bung karo-karo. Pemerhati pemantau pengamat publik di daerah provinsi aceh ini, "saya juga berharap. Kepada bapak kapolri jendral listiyo sigit prabowo, agar dapat memberikan himbauan kepada bapak kapolda aceh, agar dapat menindak lanjuti "bos munawir" bos mafia minyak mentah. Yang diduga menyulapkan minyak mentah menjadi pemasok minyak jenis pertalite dan solar, sampai kini telah meraja lela. Bahkan sudah di pasarkan keluar daerah provinsi aceh, berharap juga agar dapat menangkap "bos munawir" itu". Pintanya kembali, dengan secara tegas. Dini hari sabtu 23/03/2024, sekitar pukul.14.51.wib.

(Jihandak Belang/Team)
Tags

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)